Sopir Bus PON Jelaskan Alasan Bawa Beras Hingga Gas ke Timika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Bus Medium yang disewa oleh Kementerian. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Bus Medium yang disewa oleh Kementerian. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Hendrikus Pongo selaku Koordinator sopir Bus PON XX yang disewa Kementerian Perhubungan memberikan penjelasan terkait pihaknya membawa beras dan tabung gas dari Jakarta ke Timika.

Pasalnya kabar tentang 82 driver Bus yang didatangkan dari Jakarta ke Timika memboyong serta Beras dan tabung gas ke Timika sudah tersebar kemana-mana dan menuai banyak komentar yang negatif.

Hendrikus mengatakan bahwa kabar tersebut adalah sebuah kesalahpahaman.

“Itu salah paham. Crew kami membawa gas, beras atau bahan bahan pokok. Itu bukan berarti kami menganggap atau merendahkan kondisi di Papua, itu tidak sama sekali,” kata Hendrikus kepada Seputarpapua.com Sabtu (4/9/20201).

Dijelaskan bahan pokok itu adalah bahan baku yang ada saat mereka di sentralkan di Jakarta.

“Sebelum ke Papua kami disentralkan dulu di Jakarta di sana, kami tidak ada mess namun karena persiapan untuk keberangkatan itu beberapa hari terjedah kurang lebih sekitar 3 hari maka kami masing masing membawa gas, dan bahan baku untuk persediaan makan pada saat posisi sentralisasi tersebut,” jelasnya.

Karena bahan baku yang disediakan berlebih sehingga otomatis pihaknya terpaksa harus membawa ke Papua, dengan kondisi waktu yang sangat mepet tidak memungkinkan lagi mereka untuk membagi bahan tersebut sehingga mereka bersepakat untuk membawa.

Selain itu, 82 driver yang saat ini menginap di salah satu penginapan di Mimika juga dikabarkan memasak di hotel sehingga menimbulkan asap.

“Informasi itu tidaklah benar, kami di sini dilayani dengan baik, makan juga sangat diperhatikan oleh pihak PB PON dan Pemerintah Mimika, kami makan tiga kali sehari, jadi kami tidak memasak,” katanya.

Saat ini bahan makanan dan tabung gas sementara disimpan didalam Bus sembari menunggu kepastian kapan mereka akan balik ke Jakarta.

“Bahan makanan karena kami posisinya masih menunggu, kalau memang bahan baku memang tidak digunakan kami juga punya rencana bahwa itu akan disumbangkan, tapi posisinya belum tau apakah sampai hari H kami tetap di tempat ini (Penginapan -red) atau gimana, kami masih menunggu informasi selanjutnya seperti apa. Bahan baku yang ada juga kebetulan tahan lama,” jelasnya.

*Sopir Bus Tertarik Ingin Tinggal di Timika*

Hendrikus mengatakan ia dan teman-temannya sangat takjub dengan situasi di Kota Mimika. Dimana 82 driver tersebut baru pertama kali datang ke Papua.

“Sebelum kesini jujur kami sempat menganggap bahwa Papua sudah tertinggal dari kota lain ternyata tidak, kami pelajari sebelum ke sini, kami tau Papua luar biasa,” katanya.

Dirinya mengaku sangat betah dan senang berada di Kota Timika karena keramahan dari masyarakat Mimika.

“Sangat dilayani dengan baik dan kami sangat respek sekali waktu mau datang ke sini jujur sempat berpikir juga nanti kami mau tinggal di mana, kami mau tidur di mana, di sini banyak wabah Malaria, tapi apa semua yang dikhawatirkan dan yang ditakutkan itu tidak terjadi,” ungkapnya.

Menurutnya Papua khususnya di Mimika yang saat ini jadi tempat tinggal sementara para deiver memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk perkembangan ekonomi.

“Sangat luar biasa, dan ini yang betul betul memicu kami, menggugah hati kami kalau kami misalkan boleh pindah ke tempat ini kami juga mau dan harapkan karena di sini luar biasa sekali potensinya,” ujarnya.

Selain itu juga, ia merasa terhormat sebab pertama kali datang ada proses serah terima dan dengan penyambutan yang sangat membuatnya terharu, juga dengan semua fasilitas yang sudah disiapkan oleh pihak PB PON dan Pemda Mimika.

“Kami berharap semua dengan lapang dada dan tangan terbuka berjabat tangan kerjasama kita sukseskan PON XX karena tanpa kerja sama tidak mungkin bisa berjalan baik. Kami hadir di sini bukan untuk cari masalah tapi kami hadir di sini untuk sukseskan PON XX. Dan kami yakin saudara saudari kita yang di Papua pasti mendukung,” pungkasnya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
LIVE - PENGUKUHAN EXCO DAN PELANTIKAN PENGURUS ASKAB PSSI MIMIKA PERIODE 2019-2023
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Tuntut Pertanggungjawaban, Warga Korban Kecelakaan Tutup Jalan Cenderawasih Timika
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Jelang Peparnas, Papua Siap Jadi Tuan Rumah yang Baik
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Sukseskan Peparnas XVI Papua 2021
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Ada Joker di Laga Estafet PON XX Papua
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Wajah di Balik Kangpho dan Drawa PON XX
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Pecahkan Rekor Berusia 21 Tahun, Atina Dulang Emas Lempar Lembing Putri PON XX Papua
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari  400 M Gawang Putri
Meski Cedera, Alvin Tehupeiory Tambah Emas untuk Maluku dari 400 M Gawang Putri
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Kalahkan Bali, Tim Basket Putri Jatim Raih Medali Emas
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Odekta Elvina Naibaho, Persembahkan Medali Emas Terakhirnya di PON XX Papua
Baca Juga