TNI dan Polri Bantah Gunakan Bom Bebaskan Pilot Susi Air, Hanya Persempit Ruang Gerak OPM

Kasatgas Damai Cartenz 2023, Kombespol Donny Charles (Kiri) dan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman
Kasatgas Damai Cartenz 2023, Kombespol Donny Charles (Kiri) dan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Kav Herman Taryaman (Kanan)

TIMIKA | Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2023 menyebut saat ini pihaknya sedang mendalami video pilot Susi Air Philip Martens yang menyebut adanya upaya pengeboman yang dilakukan TNI-Polri untuk menyelamatkan dirinya.

Menurut keterangan tertulis yang diterima media ini, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023, Kombespol Donny Charles pada Rabu (26/4/2023) mengatakan, pihaknya saat ini sedang mendalami video tersebut apakah itu benar atau rekayasa dari TPNPB-OPM.

“Terlepas video ini benar atau rekayasa, namun aparat penegak hukum dalam hal ini Polri dan TNI melalui Ops Damai Cartenz masih akan mendalami video tersebut. Ada informasi penting yang ditunjukkan bahwa kondisi Pilot dalam keadaan hidup dan sehat sesuai dengan hasil analisa tim ahli gabungan TNI-Polri,” katanya.

Donny dengan tegas membantah narasi di dalam video yang menyebutkan TNI-Polri menggunakan bom untuk melakukan upaya penyelamatan pilot.

“Ada informasi yang beredar di kalangan masyarakat bahwa ada permintaan untuk menyerang kelompok KKB dengan menggunakan bom. Namun kami pastikan bahwa informasi permintaan itu adalah propaganda yang sengaja dibuat untuk menyudutkan TNI dan Polri,” tegasnya.

Donny menyebut selama ini pihaknya hanya berupaya untuk mempersempit ruang gerak pasukan TPNPB-OPM yang menyandera pilot.

“Kalaupun ada serangan dari TNI-Polri, tentunya itu merupakan tembakan balasan atas serangan KKB yang mengancam jiwa masyarakat sipil dan anggota TNI-Polri, dengan demikian sekali lagi kami tegaskan, aparat TNI-Polri tidak menggunakan bom saat bertugas di lapangan,” ucapnya.

“Sampai dengan saat ini TNI- Polri tetap berupaya mengedepankan pendekatan persuasif agar pilot Susi air yang disandera dapat dibebaskan dengan selamat dan sehat,” imbuhnya.

Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman menegaskan bahwa TNI-Polri melakukan pengeboman di wilayah Nduga adalah hoaks atau bohong.

“Aparat gabungan TNI-Polri tidak mungkin melakukan pengeboman karena keselamatan Pilot Susi Air Capt Philips Marks Mehrtens dan masyarakat adalah yang utama begitu juga TNI-Polri bekerja secara profesional dan terukur,” katanya melalui keterangan tertulis.

Dikatakan, kelompok tersebut saat ini sedang memainkan narasi bahwa korban pilot susi air ada di pihak mereka, padahal nyatanya mereka yang melakukan pembunuhan terhadap masyarakat, tukang ojek, tenaga kesehatan, pekerja bangunan bahkan menyerang aparat keamanan yang sedang bertugas dalam operasi pencarian dan penyelamatan pilot Susi Air Capt Philip Marks Mehtrens.

“Kita berharap kelompok KST dapat segera melepas Capt Philips Marks Mehrten sehingga tidak ada operasi di wil Nduga dan Masyarakat dapat melakukan kegiatannya kembali seperti sedia kala,” harapnya.

Seperti diketahui menurut data terakhir sudah 5 aparat yang gugur dalam upaya penyelamatan tersebut.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *