273 TPS di Papua Tengah Bakal Laksanakan PSS, PSL dan PSU

Memakai Topi, Ketua KPU Papua Tengah, Jeniffer Darling Tabuni bersama Ketua KPU Kabupaten Nabire, Sarlota Nelcy Wartanoy (Foto: Dok Humas KPU Papua Tengah)
Memakai Topi, Ketua KPU Papua Tengah, Jeniffer Darling Tabuni bersama Ketua KPU Kabupaten Nabire, Sarlota Nelcy Wartanoy (Foto: Dok Humas KPU Papua Tengah)

NABIRE | KPU Papua Tengah menyebut ratusan TPS di wilayah itu siap melaksanakan Pemungutan Suara Susulan (PSS), Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) dan Pemungutan Suata Ulang (PSU) untuk menuntaskan Pemilu serentak 2024.

Ketua KPU Papua Tengah, Jeniffer Darling Tabuni mengatakan, 273 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan melaksanakan PSS, PSL dan PSU tersebar 11 distrik di 3 kabupaten, Provinsi Papua Tengah tersebut bakal dilaksanakan berdasarkan rekomendasi Bawaslu kabupaten.

“Semua yang akan melaksanakan Pemingutan Surat Suara Susulan, Pemungutan Suara Lanjutan dan PSU itu sesuai berdasarkan rekomendasi Bawaslu masing-masing kabupaten dengan masalah yang berbeda-beda,”katanya.

Jeniffer Darling Tabuni juga membeberkan alasan ditemukannya pelanggaran Pemilu mulai dari gagalnya pengiriman logistik karena cuaca hingga temuan money politik oleh petugas pengawas DOB lapangan sehingga direkomendasikan harus digelar PSS, PSL dan PSU.

PSS empat distrik di Kabupaten Paniai, kata dia, pembatalan pemungutan dan penghitungan suara di empat Distrik bermasalah di Paniai, dikarenakan adanya pembakaran Logistik di perjalanan sebelum tiba dilokasi TPS dan pengrusakan logistik pemilu.

“Empat distrik di Paniai itu semuanya ya, mulai dari DRPD Kabupaten, Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Presiden. Empat distrik di Paniai, yakni Distrik Kebo 33 TPS, Distrik Aweida 12 TPS, Distrik Muye 22 TPS dan Yagai 25 TPS dengan total 92 TPS di 4 Distrik Paniai,”jelas Jennifer kepada awak media di Nabire, Jumat (23/2/2024) malam.

Selain di 4 Distrik Paniai, lanjut dia, di Kabupaten Intan Jaya juga terdapat 3 distrik akan melaksanakan PSS, yakni Distrik Homeyo 83 TPS, Agasiga 53 TPS dan Tomosiga 31 TPS.

“Logistik tidak dapat di droping karena di tolak oleh Kelompok tertentu. Selain itu, logistik sabagian belum tiba di lokasi karena cuaca dan juga rekomendasi relokasi TPS karena masalah keamanan tetapi semua logistik sudah bergeser disana dan menunggu pleno untuk pemungutan suara susulan pakai sistem noken. Lapangan Yokatapa, lokasi pelaksanaan sistem noken untuk distrik Homeyo dan Agisiga,”tambahnya.

Sementara itu, di Kabupaten Nabire, Distrik Menou ikut melaksanakan PSS karena gagalnya pendistribusian logistik Pemilu menggunakan Helikopter saat mendarat di ibu kota Distrik Menou.

“Distrik Makimi kekurangan Surat Suara untuk DPRD Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) 1 pada Pemilihan Umum 2024 di Distrik Makimi Kampung Biha TPS 3 sebanyak 96 Surat Suara yang seharusnya berjumlah 276 lembar jika disesuaikan dengan jumlah DPT, sedangkan jumlah surat suara yang di terima sebanyak 180 lembar,”sebutnya.

“Sementara Distrik Yaro, Kelurhan Jaya Mukti itu pencoblosan surat suara DPRD Kabupaten Nabire Dapil 4 di TPS 1,2,3 dan 4 Kampung Jaya Mukti yang dilakukan beberapa orang kepada salah satu calon anggota DPRD Kabupaten Nabire Dapil 4 secara bersamaan,”lanjut dia.

Kelurahan Karang Mulia, kata dia, keterlambatan pendistribusian logistik dari Kantor Kelurahan Karang Mulia ke TPS 17 yang mengakibatkan petugas KPPS langsung membuka proses pemungutan surat suara tanpa memeriksa kelengkapan logisitik yang diterimanya, sehingga selisih/kekurangan surat suara diketahui setelah proses pemungutan surat suara selesai dilaksanakan.

“Morgo terjadi pembagian sisa surat suara DPRD Provinsi Papua Tengah Dapil 1 dan DPRD Kabupaten Nabire Dapil 1 yang belum tercoblos kepada calon Anggota DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten Nabire Dapil 1 yang bertempat tinggal di sekitar wilayah kelurahan Morgo,”

Ketersediaan logistik surat suara, jelas dia, hingga saat ini logistik surat suara untuk PSS, PSL dan PSU sudah tiba di Papua Tengah hanya saja sedang menunggu rapat pleno untuk akan melaksanakan pemungutan menggunakan sistem di Paniai dan Intan Jaya.

“Untuk logistik, puji Tuhan semuanya sudah sampai di Papua Tengah jadi untuk proses pelaksanaan, pengelenggara maupun logistik, kami sudah siap,”katanya.

Sementata sejumlah TPS akan melaksanakan PSU di Kabupaten baru tiba logistik surat suara sehingga sedang menunggu proses penyortiran dan pelipatan.

“KPU direncanakan PSU harus digelar 24 Februari 2024 karena logistik surat suara baru sampai hari ini (Jumat) sehingga selanjutnya tunggu ketetapan waktu pemungutan oleh KPU karena pelipatan dan penyortiran sedang dilakukan petugas,”terangnya.

Sehingga, sangat mengharapkan butuh dukungan dan kerjasama semua pihak agar proses pelaksanaan tiga jenis Tampahan pemilihan tersebut bisa berjalan aman dan lancar.

“Kami butuh dukungan semua pihak dan dari keamanan juga akan memback up, pula para pimpinan partai politik juga harus koordinasi dengan para calonnya agar bisa terjaga kenyamanan dan keamanan semua,”harapnya.

penulis : Christian Degei
editor : Iba

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *