Belum Ada Kasus DBD, ISPA Tertinggi di Kwamki Narama

Armin Wahyudi
Kepala Puskesmas Kwamki, Distrik Kwamki Narama,dr. Armin Wahyudi Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua

TIMIKA | Kepala Puskesmas Kwamki, Distrik Kwamki Narama, dr. Armin Wahyudi mengatakan hingga saat ini di lingkup wilayah kerjanya belum ditemukan gejala Demam Berdarah (DBD).

dr. Armin mengatakan kalaupun pihaknya menemukan gejala-gejala ke arah DBD biasanya mereka akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Jadi pemeriksaan itu biasanya ada menggunakan alat khusus yang disiapkan oleh Dinkes jadi kami sudah meminta diinstalasi farmasi untuk melakukan kegiatan pemeriksaan itu, tapi sampai saat ini belum ada tanda dan gejala yang kami dapatkan,” jelas dr. Armin ketika diwawancarai di Kwamki Narama, Selasa (5/7/2022).

Untuk mencegah terjadinya penyakit DBD, dr. Armin mengatakan fungsi dari Puskesmas lebih menekankan untuk kegiatan promotif dan preventif dibanding kegiatan kuratif dan rehabilitatif.

“Untuk itu di Puskesmas Kwamki kami menekankan untuk kegiatan promotif jadi pencegahan dengan 3M, dengan cara menguras bak-bak mandi, tempat penampungan air, kemudian mengubur barang bekas dan kita lebih tekankan untuk perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Sehingga kegiatan promotif dan preventif pihaknya lebih banyak melakukan kegiatan di luar dari gedung.

“Sebelum kami lakukan kegiatan pelayanan kesehatan di Puskesmas kami melakukan kegiatan promotif dan preventif dengan mempromosikan tentang perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

dr.Armin juga menjelaskan ada 10 besar penyakit terbanyak di Puskesmas Kwamki dimana urutan pertama adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan urutan kedua Malaria.

Untuk Malaria penanganan yang dilakukan sama halnya dengan mencegah DBD sebab yang menjadi penyebab sakit malaria adalah Nyamuk Anopheles dan DBD adalah nyamuk Aedes aegypti.

“Kita juga menekankan ke masyarakat supaya jangan sampai terkena malaria, dan juga masyarakat yang ada gejala ke Malaria kami lakukan screening dan apabila terdiagnosa malaria maka kami juga memberikan kelambu ke masyarakat dan melakukan kunjungan rumah untuk melihat apakah di rumah tersebut perilaku hidupnya seperti apa, apabila ada penampungan air kami juga bagikan bubuk abate untuk mematikan jentik nyamuk, sehingga nyamuk itu tidak berkembang,” jelasnya.

Presentase malaria sendiri, dengan cuaca Timika akhir-akhir ini yang biasanya tidak menentu itu juga menjadi penyebab peningkatan kasus malaria.

“Untuk Puskesmas Kwamki sendiri setiap hari kami terima pasien ada sekitar 8-10 orang jadi perbulan biasanya sekitaran 200an pasien yang terdiagnosa sakit malaria,” kata dr. Armin.

Karena tingkat jumlah malaria meningkat maka mereka lebih menekankan kegiatan promotif dan preventif.

“Kalau untuk Ispa presentasenya lebih banyak lagi sekitar 300an per bulannya,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.