Dinkes Mimika Pastikan Program BIAS Tetap Berjalan Meski Pandemi

SUNTIK | Seorang anak di Mimika saat disuntik imuniasasi dalam program BIAS (Foto: Ist/Seputarpapua)
SUNTIK | Seorang anak di Mimika saat disuntik imuniasasi dalam program BIAS (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengalami tantangan di masa Pandemi Covid 19 dalam menjalankan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Program BIAS untuk siswa kelas 1, 2 dan 5 ini biasanya diberikan di sekolah-sekolah, namun karena adanya Pandemi mengharusnya pihak Puskesmas di setiap wilayah yang ada di Mimika harus lebih ekstra untuk menjemput bola.

Kepala Seksi Imuniasai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Nelsi Bungan Allo menjelaskan program BIAS sudah dimulai sejak bulan Agustus.

“Sudah jalan dari Bulan Agustus, meskipun belum semuanya berjalan di seluruh Puskesmas karena untuk sementara juga kan ada vaksinasi remaja yang 12 tahun juga sementara berjalan juga di SMP/SMA,” jelas Nelsi kepada Seputarpapua.com, Selasa (31/8/2021).

Dijelaskan, dua program baik BIAS maupun Vaksinasi Covid-19 harus tetap berjalan beriringan.

Kendati begitu, Ia belum bisa memastikan cakupan program BIAS hingga saat ini.

“Untuk puskesmas dalam kota sudah mulai jalan, di pedalaman juga jalan. Yang jelasnya BIAS kita sudah mulai, dan bulan Juli lalu, kita ada pertemuan persiapan baik pertemuan dengan puskesmas dan rumah sakit maupun pertemuan dengan stakeholder termasuk Dinas Pendidikan, Kelurahan, termasuk juga untuk persiapaan vaksinasi remaja,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan harus gencar juga dalam melaksanakan program tersebut karena disisi lain BIAS pun merupakan program yang sangat penting.

“Karena BIAS ini harus dilaksanakan sesuai jadwal karena apa bila kita tunda atau tidak berjalan itu takutnya ada Kejadian Luar Biasa (KLB) misalnya Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3i).

Dikatakan, karena betapa pentingnya BIAS sehingga meskipun belum ada proses pembelajaran tatap muka namun tetap dilaksanakan melalui Puskesmas, ada pula saat Posyandu, bahkan juga petugas mendatangi rumah-rumah.

“Dari rumah rumah juga ada, karena mengingat ini kan kita sudah mau masuk bulan sembilan, kita diberi waktu untuk BIAS adalah bulan Agustus sampai November jadi petugas yang melaksanakan program BIAS juga menjaga protokol kesehatan begitupun orang tua juga menjalankan prokes untuk mendampingi anaknya mengikuti BIAS,” kata Nelsi.

Lanjut dia, tahun ini sasaran BIAS untuk Mimika diharapkan bisa mencapai 95 persen.

Namun untuk tahun ini pihak Dinkes belum mendapatkan data pasti yang biasanya setiap tahun diperoleh dari setiap sekolah namun karena situasi Pandemi dimana tidak ada pembelajaran tatap muka.

“Prosedurnya harusnya kita mendata dulu di sekolah berapa sih sasaran kita untuk memulai dan memang di beberapa Puskesmas di wilayah kerja itu ada sasarannya cuman ada beberapa tempat yang karena ini sekolah online jadi kelas 1 nya belum maksimal didata jadi kita belum ada sasaran sebenarnya jadi kita jalan saja sambil menunggu sasaran pastinya,” ungkapnya.

Nelsi mengatakan, sambil berjalan pihaknya mencoba berpatokan dengan data sasaran tahun sebelumnya yaitu untuk kelas 1 yang mendapatkan imunisasi Diphteria Tetanus (DT) dan Measles (M) dan Rubella (R)atau MR sebanyak 5.547, sementara kelas 2 berjumlah 4.383 dan kelas 5 berjumlah 4.605 diberikan Tetanus Diphteria (Td)

“Untuk sementara kita berpatokan dengan sasaran tahun lalu dulu tapi tetap petugas mendata berapa banyak sebenarnya sasaran kita. Karena sasaran BIAS ini kelas 1,2 dan 5 karena kelas 1 ini yang belum jelas karena sekolahnya dengan sistim online,” ujarnya.

Nelsi menjelaskan, BIAS merupakan lanjutan dari imunisasi rutin sejak bayi. Semakin bertambahnya usia, daya tahan tubuh bisa saja menurun dan hal tersebut perlu untuk diberikan imunisasi lagi di usia sekolah.

“Ini supaya daya tahan tubuh anak tetap stabil itu sangat penting untuk memberikan imunisasi di usia sekolah,” ungkapnya.

Dikatakan, pentingnya peran orang tua di saat masa pandemi ini untuk bisa membawa anaknya ikut dalam program BIAS.

“Meskipun sedang dalam masa pandemi namun BIAS harus tetap berjalan, kita patuhi protokol kesehatan agar tetap jalan. Supaya semua bisa aman. Karena kita tidka bisa mengesampingkan BIAS ini, karena penting untuk anak anak,” kata Nelsi.

Selain itu, Nelsi juga menerangkan Imunisasi rutin lainnya yang biasa dilaksanakan di Posyandu untuk anak bayi juga masih berjalan seperti biasanya.

Dimana hingga Juli 2021 capaian Imuniasai rutin sudah capai 36,3 persen.

“Kalau kita bandingkan pandemi dengan tahun lalu, tahun ini capaiannya lebih baik. Karena masyarakat juga sudah paham. Karena tahun lalu ini betul betul susah pandemi baru saja melanda jadi masyarakat banyak yang takut tidak ke Posyandu. Sekarang masyarakat rajin ke Posyandu dengan mematuhi prokes,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.