seputarpapua.com

Disdik Mimika: Sekolah Dibuka Asalkan Orang Tua Tanda tangan Pernyataan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Dinas Pendidikan, Jenny O. Usmani
Kepala Dinas Pendidikan Jenny O. Usmani (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Papua, Jeni Usmany menegaskan tidak akan merekomendasikan aktifitas belajar tatap muka di sekolah kepada Bupati Mimika.

Jeni akan tetap melaksanakan tiga metode pembelajaran yang telah dicanangkan oleh Bupati Mimika di masa new normal ini yaitu google classroom, WhatsApp dan pembagian modul.

Meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengijinkan aktifitas tatap muka di sekolah diijinkan namun tetap dikembalikan pada kebijakan masing-masing daerah.

Jeni mengatakan, di masa new normal dimana semua sudah memasuki era digital ini pemerintah berupaya agar anak bisa tetap belajar sesuai dengan pilihan anak dan juga orang tuanya.

Katanya, tatap muka disekolah bisa saja diijinkan namun akan tetap dilakukan dengan jumlah siswa dan waktu yang terbatas.

Selain itu, Jeni juga menegaskan bahwa aktifitas tatap muka di sekolah juga bisa dilakukan asalkan orang tua yang memilih untuk anaknya beraktifitas di sekolah bersedia untuk menandatangani pernyataan.

“Orang tua harus membuat surat pernyataan apabila terjadi, misalnya anaknya kena sesuatu jangan sekolah atau pemerintah yang dituntut. Itu tanda tangan diatas materai 6000,” katanya saat diwawancara di salah satu hotel di Jalan Budi Utomo, Selasa (24/11).

Karena pihaknya tetap akan menawarkan tiga metode yang telah dicanangkan dan jika aktifitas tatap muka dilakukan maka dengan jumlah yang terbatas.

“Mungkin satu anak itu jatah masuk sekolahnya bisa satu minggu satu kali atau satu minggu dua kali, akan dijadwalkan. Nah masyarakat yang pintar harus paham ini,” tuturnya.

Berita Terkait
Baca Juga