Keuskupan Pastikan Umat Nduga Tetap Rayakan Natal di Tengah Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pastor Hendrikus Hada, Pr bersama anak-anak Nduga sebelum masa pandemi covid-19
Pastor Hendrikus Hada, Pr bersama anak-anak Nduga sebelum masa pandemi covid-19

AGATS | Keuskupan Agats yang menaungi Umat Khatolik di Paroki Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua memastikan tetap merayakan Natal 2020 mendatang meski dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Dikatakan Pastor Hendrikus Hada, Pr yang baru kembali dari Nduga, bahwa situasi pandemi bukanlah hal utama yang menjadi pembatasan aktivitas umat, khususnya dalam hal beribadah.

“Ketika pandemi merebak di seluruh Indonesia, bahkan Papua, lalu ada pembatasan-pembatasan sosial itu, pada masa itu gereja juga sempat ditutup dalam beberapa waktu,” tuturnya membuka percakapan dengan seputarpapua.com di Agats, Jumat (28/11) malam.

Lanjutnya, untuk saat ini, situasi pandemi tidak menghalangi umat untuk beribadah. Namun dulu sempat terjadi gerakan bersama di antara warga agar tetap di rumah.

“Namun karena sekarang Kenyam merupakan zona hijau, situasi pandemi tidak menghalangi umat beribadah,” terangnya.

“Meskipun beberapa umat pada masa-masa awal (pandemi) itu sempat terisolasi di luar Nduga. Tapi sekarang orang sudah mulai banyak kembali,” terangnya.

Menurut Pastor Hendrik, warga harus bersahabat dengan Covid-19 dan aktifitas gereja harus tetap terlaksana. Namun di samping itu, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Oleh sebabnya, dalam beribadah jemaat tetap memakai masker serta mencuci tangan.

“Tapi untuk jaga jarak agak susah ya, karena kapel (ruang ibadah) agak kecil dan sembahyang hanya sekali,” tutur Pastor Hendrik.

Sehingga untuk melayani kebutuhan umat dalam pemenuhan kebutuhan rohani, Keuskupan Agats sudah membangun Pastoran di Kenyam. Sehingga para pastor dapat menjalankan pelayanan intensif bagi warga Nduga.

Sejak pandemi merebak, dikatakan Pastor Hendrik bahwa pemerintah setempat cukup ketat menjaga arus masuk warga ke Nduga, khususnya Keenyam sebagai Ibukota Kabupaten.

“Baik dari pesawat maupun laut, dengan perahu, itu semua diperiksa ketat. Dicek semua,” terangnya.

Untuk jalur sungai, banyak warga yang melintas di perbatasan antar kabupaten Nduga-Asmat. Tepatnya di Kampung Batas Batu. Sehingga pemeriksaan ketat, menurut amatan Pastor Hendrik, dilakukan oleh Dinas Polisi Pamong Praja Kabupaten Nduga kerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat melalui petugas Puskesmas Mamugu II.

“Ini respon mereka, menurut saya. Karena saya lihat ada petugas Puskesmas yang cek dan dibantu oleh Sat Pol PP Nduga, karena dari Dinas Kesehatan Nduga tidak ada di situ,” kata Pastor.

Dengan bertambahnya umat yang mulai berdatangan kembali, maka Pastor Hendrik pastikan ibadah Natal di Kenyam, Nduga akan tetap dirayakan dengan protokol kesehatan.

“Karena kondisi pandemi sekarang ini tidak seberapa, bisa kita kontrol dengan protokol kesehatan. Justru kondisi yang membuat umat merasa tidak nyaman adalah kondisi keamanan di sana. Masih sering kita dengar gangguan keamanan,” pungkasnya.

 

Reporter: Yonri
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga