Kotak Hitam Pesawat Susi Air PK-BVM Belum Ditemukan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George LM. Randang
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George LM. Randang

TIMIKA | Meski sudah berhasil mengevakuasi tujuh korban dalam kecelakaan pesawat Susi Air PK-BVM di Kampung Duma, Kecamatan Dumadama, Kabupaten Paniai, Papua, Tim SAR gabungan belum bisa menjangkau lokasi jatuh pesawat untuk mencari flight data recorder (FDR) atau kotak hitam.

Hal demikian, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L.M Randang, lantaran posisi para korban sudah lebih dulu dievakuasi masyarakat lalu dibawa ke pemukiman warga yang berjarak kurang lebih 1 km dari lokasi jatuh pesawat, sehingga fokus utama tim SAR adalah mengevakuasi untuk menyelamatkan para korban ketimbang fokus mencari FDR atau kotak hitam.

“Kita kalau akses lagi ke kotak hitam itu, mengambil, ada kurang lebih 1 kilometer, sementara korban ini ada pendarahan,” ujar George di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, usai proses evakuasi para korban.

Ia menjelaskan, terkait pendalaman untuk mengetahui kronologis bagaimana hingga terjadi kecelakaan pesawat Susi Air PK-BVM, adalah merupakan ranah dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Terjadinya crash ataupun pendalaman lewat flight data recorder atau kotak hitam ini, nanti ada instansi terkait, yaitu dari KNKT. Itu nanti bagaimana tindaklanjutnya. Karena memang tadi, seperti halnya yang disampaikan oleh pak Danlanud, bahwa di utamakan korban,” jelasnya.

Karena itu, tim SAR untuk saat ini belum bisa memastikan rencana terkait pencarian kotak hitam pesawat naas tersebut. Pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk rencana-rencana selanjutnya.

“Kalau kita harus aksi lagi, tentunya resiko-resiko kedepan kita tidak tahu, ditambah cuaca mudah berubah ya, itu juga resiko, dan kita menggunakan alut udara juga sangat beresiko. Jadi segala sesuatu harus di pertimbangkan. Yang resiko terkecil mungkin tahap dua, bagaimana bersama masyarakat menemukan kotak hitam itu,” bebernya.

Kecelakaan pesawat Susi Air PK-BVM terjadi pagi tadi dan diketahui mengalami crash di posisi koordinat 04°02′ 54.00″S / 136° 43′ 0600 E, dengan jarak 38 mil, radius 343.81° dari Timika.

Dari tujuh korban termasuk pilot dan kru, semuanya dalam kondisi selamat dan hanya lima korban yang dievakuasi dari lokasi jatuh pesawat ke RSUD Kabupaten Mimika guna mendapatkan penanganan medis. Sedangkan dua korban lainnya, juga dalam kondisi selamat dan memilih tinggal di Kampung Duma lantaran merupakan warga asli setempat.

Para korban dalam insiden ini yakni Captain Doyle Peter (pilot), penumpang Lukas Dimpau, Seru warkus Diabelu, Leo Pimpiau, Philipus Dimpau, Ficken Dimpau dan Melina Dimpau.

Sebelumnya pesawat tersebut take off dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Duma sekitar pukul 06.00 WIT. Kemudian saat penerbangan dari Duma kembali ke Timika, pesawat mengalami kecelakaan di wilayah lembah sekitar perbukitan Kampung Duma, yang berjarak sekitar 1 km dari Lapangan Terbang Duma.

reporter : Arifin, Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.