Momentum BIAS 2021 Diharapkan Jadi Motivasi Warga Nabire Terima Vaksinasi COVID-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, dr. Frans Charles Sayori. (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, dr. Frans Charles Sayori. (Foto: Yonri/Seputarpapua)

NABIRE | Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Papua mulai menjalankan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2021 sejak pertengahan Agustus hingga November nanti.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Nabire, dr. Frans Charles Sayori menjelaskan, saat ini terdapat beberapa kendala di lapangan yang dihadapi petugas kesehatan dalam menjalankan program imunisasi ini.

“Saat ini, gara-gara pandemi ini dan vaksinasi Covid, banyak orang tua tidak percayakan anaknya ikuti imunisasi,” ujar Sayori yang ditemui di ruang kerjanya, Nabire, Selasa (24/8/2021).

Dijelaskan Sayori, ada semacam skeptikal atau ketidakpercayaan masyarakat Nabire terhadap imunisasi atau vaksinasi akibat berita hoaks yang beredar. Berita-berita bohong itu diakuinya, bahkan sanggup mengalahkan sosialisasi dan kampanye imunisasi yang sudah digencarkan Dinkes.

“Ada berita berkembang di masyarakat itu katanya kalau diimunisasi atau divaksin, itu akan ditempelkan cip 666. Itu yang buat mereka ragu diimunisasi,” ujar Sayori.

Akibat kendala ini, Sayori dan pihaknya pun mengganti strategi dengan lebih banyak melalukan pendekatan dengan tokoh adat dan tokoh agama.

“Karena mereka inilah, istilahnya, juru kunci. Untuk masuk ke masyarakat. Memang pendekatan budaya ini yang kami akui perlu ditambah. Meskipun saat ini sudah berjalan,” ungkap Sayori.

Baca Juga:

Sebab menurut Sayori, untuk dapat melakukan imunisasi pada anak, orang tua harus memberikan izin terlebih dahulu. Rasa kepercayaan inilah yang sedang ingin diperoleh Dinkes Nabire untuk menjalankan BIAS.

Meski dirasa sulit, Sayori optimis program ini dapat dijalankan Dinkes dengan capaian hasil yang baik. Sayori juga optimis, dengan berjalannya BIAS dapat menjadi momentum menjaring warga Nabire untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

“Karena jika anaknya sudah diimunisasi, sudah disuntik, maka orang tuanya akan malu. Masa anak saya mau diimunisasi sedangkan saya tidak, begitu,” ujar Sayori.

*Rekam Capaian BIAS Nabire Tahun Sebelumnya*

Kepala Seksi Surveilans Dinkes Nabire, Tridjoko memaparkan, capaian imunisasi terhadap anak sekolah terbilang berhasil berdasarkan data 2019 hingga 2020.

Meski demikian, program BIAS yang dijalankan Dinkes Nabire tidak dapat disebut tanpa kendala. Terlebih setelah memasuki masa pandemi.

“Banyak yang percaya di sini, kalau disuntik itu akan dimasukkan cip,” ujar Tridjoko di ruang kerjanya, Dinkes Nabire.

Dalam data, dijelaskan, pada tahun 2019 target imunisasi BIAS bahkan mencapai 90 persen dari total 3000 anak.

Angka 90 persen itu merupakan peserta didik kelas 3 Sekolah Dasar yang menerima suntikan tetanus dan difteri (TD).

Sedangkan untuk suntikan vaksin measles dan rubella (MR) untuk cegah campak mencapai 85 persen dari total 3500 anak.

Di tahun 2021, diakui terjadi penurunan peserta BIAS akibat masa pandemi. Penurunan signifikan terjadi pada penerima vaksin MR, yakni 62 persen dari total 3100 anak sekolah.

Kabid P2P Dinkes Nabire, dr. Frans Charles Sayori mengimbau warga untuk segera mengarahkan anak-anak yang masuk peserta BIAS untuk menerima imunisasi terlebih di saat pendemi saat ini.

“Karena COVID ini akan mematikan bila kita memiliki penyakit bawaan, atau komorbid. Kalau anaknya tidak memiliki kekebalan penyakit sejak dini, maka tentu akan berpengaruh pada kesehatan anak terlebih dalam hadapi pandemi ini,” pungkas Sayori.

Saat ini pelaksanaan program imunisasi rutin dan bulan imunisasi (BIAS) di Kabupaten Nabire juga didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Pemerintah Jepang, Unicef melalui mitra kerjanya Yayayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP).

Reporter: Yonri
Editor: Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Satpam Palang Pasar Sentral Timika Buntut Pemberhentian Hononer
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Pelajar SMK di Timika Curi Uang Rp40 Juta Beli Sepeda Motor dan Traktir Teman
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Anak Muda Timika Jadi Pemakai dan Produsen Ganja Sintetis, Polisi Beri Atensi
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Polisi Bongkar Pabrik Ganja Sintetis Milik Pemuda 19 Tahun
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Oknum Guru Ngaji di Timika Diduga Cabuli 5 Muridnya
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Kasus Pencurian di Mimika Dominasi Tahun 2021
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Pemkab Mimika Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2021-Tahun Baru 2022
Kaleidoskop Papua 2021   Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Kaleidoskop Papua 2021 Rangkaian Peristiwa Sepanjang Tahun 2021 di Papua
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Warga di Mimika Ikut Vaksinasi dapat Sepeda Motor
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Kepolisian Mimika Sita Ribuan Petasan dari Pedagang Eceran Tak Berizin
Baca Juga