Penonton Gebyar Penutupan PON XX di Timika Tak Terkendali, Prokes Dilanggar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RAMAI | Warga Mimika, Papua, ramai menyaksikan pertujukan dalam Gebyar Penutupan PON XX Papua di Lapangan Timika Indah, Jumat (15/10/2021). (Foto: Saldi Hermanto/Seputarpapua)
RAMAI | Warga Mimika, Papua, ramai menyaksikan pertujukan dalam Gebyar Penutupan PON XX Papua di Lapangan Timika Indah, Jumat (15/10/2021). (Foto: Saldi Hermanto/Seputarpapua)

TIMIKA | Warga mamadati Gebyar Penutupan PON XX Papua tahun 2021 Klaster Mimika, Papua, hingga terjadi pengabaian protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Penutupan event olahraga terbesar nasional yang dihelat di Lapangan Timika Indah, Jumat (15/10/2021), nampak ribuan masyarakat memadati area lapangan dan sekitarnya hingga ke ruas jalan Belibis dan Budi Utomo.

Tim kesehatan sebetulnya telah dikerahkan untuk melakukan screening hingga swab antigen bagi warga yang hendak masuk area gebyar menyaksikan pertunjukan. Namun diluar kemampuan tim kesehatan, banyak masyarakat yang tidak menaati imbauan aparat keamanan untuk tetap menerapkan prokes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, yang ditemui di lokasi kegiatan mengatakan, upaya sudah dilakukan agar masyarakat tetap menerapkan prokes.

Akan tetapi, kata dia, dengan membludaknya warga di sekitar lokasi kegiatan membuat tim belum dapat berbuat lebih banyak lagi.

Setidaknya hingga pukul 18.50 WIT sudah ada sekitar 623 warga yang di-screening berikut swab antigen agar dapat masuk menyaksikan pertunjukan.

Tidak sampai disitu, dilakukan lagi verifikasi bukti bahwa yang bersangkutan sudah mendapat vaksin Covid-19 sebagai syarat utama untuk memasuki lokasi kegiatan hingga pembagian masker sebanyak 1.500 pcs.

“Euforia ini luar biasa, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” ujar Reynold.

Bahkan dijelaskan juga bahwa pembagian zonasi di kegiatan ini sudah dilakukan, mulai dari zona 1 area panggung, zona 2 depan panggung yang harusnya hanya 30 persen orang, hingga zona 3 di sekitar area pintu masuk bagi warga yang sudah di-screening.

Namun, tetap saja prokes diabaikan dengan membludaknya pengunjung.

“Kalau kita lihat orang yang masuk di dalam ini adalah orang yang sudah vaksin dan di screening. Sementara yang di luar ini tidak divaksin, ini ada interaksi,” kata Reynold.

“Semoga dua minggu lagi tidak terjadi lonjakan kasus. Karena hari ini kalau orang yang sudah divaksin dia terpapar dan ketemu sama orang yang tidak divaksin, itu yang sebenarnya akan memberikan dampak buruk karena dia belum mempunyai antibodi, beda dengan orang yang sudah divaksin,” sambungnya.

Reporter: Saldi
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Baca Juga