RSUD Mimika Miliki Ruang Isolasi Khusus Covid-19 Pertama dan Satu-satunya di Papua

ISOLASI - Bupati Mimika Eltinus Omaleng foto bersama di depan Gedung Elang ruang isolasi tekanan negatif RSUD Mimika. Foto: Anya Fatma/SP
ISOLASI | Bupati Mimika Eltinus Omaleng foto bersama di depan Gedung Elang ruang isolasi tekanan negatif RSUD Mimika. (Foto: Anya Fatma/SP)

TIMIKA | Bupati Mimika, Provinsi Papua Eltinus Omaleng meresmikan Ruang Isolasi Tekanan Negatif dan Mess Petugas Siaga Bencana di RSUD Mimika, Rabu (5/8).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, melalui Surat Edaran Bupati Mimika nomor 443.1-254 tentang langkah-langkah nyata dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona dan SK Gubernur nomor 188.4/138 2020 yang menyatakan RSUD Mimika sebagai salah satu rumah sakit rujukan penyakit Covid-19 di Provinsi Papua.

Bupati menuturkan, dengan tanggung jawab yang diberikan kepada Pemda Mimika dalam penanganan penyebaran Covid-19, maka menjadi tugas bersama untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan medis yang diperlukan dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 di Mimika.

“Atas komitmen bersama kita dapat melihat kepedulian dan keseriusan kita dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika melalui pengadaan alat kesehatan, obat dan bahan habis pakai medis dan memenuhi sarana prasarana kesehatan serta pemberian insentif bagi petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19,” jelas bupati.

Pemenuhan sarana prasarana yang hari ini diresmikan adalah dengan adanya bangunan ruangan isolasi tekanan negatif, sebagai tempat perawatan pasien yang terpapar Covid-19 serta tersedianya mess petugas yang merupakan tempat karantina bagi petugas kesehatan yang langsung merawat pasien Covid-19.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas komitmen bersama dalam menangani penyebaran Covid-19 di Mimika,” tutur Eltinus.

IKLAN-TENGAH-berita

Ruang isolasi ini kata dia merupakan yang pertama dan satu-satunya di Provinsi Papua.

“Dengan adanya ruang isolasi yang merupakan satu-satunya dan pertama di Papua khususnya rumah sakit rujukan untuk Covid-19 dan mess untuk petugas siaga bencana ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan,” ucapnya bangga.

Bupati berharap, ruangan ini bisa digunakan dengan baik dalam menunjang kinerja petugas kesehatan, sehingga pada akhirnya pemenuhan fasilitas RSUD Mimika sebagai RS rujukan Covid-19 dan RS regional wilayah adat Meepago dapat terwujud.

 

RUANG | Tempat tidur didalam ruang isolasi tekanan negatif RSUD Mimika. (Foto: Anya Fatma/SP)

RUANG | Tempat tidur didalam ruang isolasi tekanan negatif RSUD Mimika. (Foto: Anya Fatma/SP)

 

Sementara Direktur RSUD Mimika, Antonius Pasullu dalam sambutannya menjelaskan, wabah Covid-19 merupakan hal baru yang dihadapi sehingga fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia belum maksimal bahkan belum tersedia, sehingga dipandang perlu untuk menyiapkan fasilitas dan merehap beberapa bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Dikatakan kegiatan fisik yang dilaksanakan antara lain rehap gedung untuk dijadikan tempat isolasi sementara dan ruang isolasi cadangan jika ruang isolasi tekanan negatif telah selesai.

Kapasitas tempat tidur sebanyak 43 tempat tidur termasuk di dalamnya ruang Hemodialisa (cuci darah), ICU dan kamar bersalin, rehab kamar operasi dan rehab laboratorium.

Sejak 12 Juni 2020, di laboratorium RSUD Mimika sudah secara mandiri melakukan pemeriksaan RT-PCR dan sudah memeriksa 1.604 sampel.

Selain itu, rehab gedung Elang sekaligus pagar keliling, area parkir multifungsi, pembangunan rumah ambulance, pembangunan mess petugas dan ruang isolasi tekanan negatif.

Adapun ruang isolasi tekanan negatif sebanyak 10 kamar dengan kapasitas 20 tempat tidur.

“Kita patut bersyukur dan berbangga karena ruang isolasi tekanan negatif ini adalah pertama dan saat ini masih satu-satunya di Papua,” tutur Anton.

Rincian Biaya Pembangunan

Pada kesempatan itu, dr Anton juga melaporkan rincian biaya pembangunan gedung ruang isolasi tekanan negatif dan mess petugas siaga bencana.

Pekerjaan renovasi gedung elang dengan anggaran Rp. 3.700.000.000,-

Pembangunan ruang isolasi tekanan negatif dengan biaya Rp. 24.850.000.000,-

Pembangunan mess petugas siaga bencana dengan biaya sebesar Rp. 3.600.000.000,-

Diakhir sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Mimika atas kebijakan dalam pendukung pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 di Mimika dengan memberikan fasilitas gedung yang dilengkapi dengan sistem yang canggih.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar