Sejak Pandemi Covid-19, Akses Masyarakat ke Puskesmas Berkurang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kepala Puskesmas Timika, dr. Moses Untung.
Kepala Puskesmas Timika, dr. Moses Untung

TIMIKA | Sesuai dengan data yang dihimpun Puskesmas Timika, ada beberapa masalah kesehatan masyarakat yang harus diselesaikan bersama dengan distrik, kelurahan dan kampung.

Kepala Puskesmas Timika, Kabupaten Mimika, Papua, dr. Moses Untung mengatakan, pada Jumat (19/2/2021), pihaknya mengundang perwakilan distrik, kelurahan dan kampung untuk sama-sama mencari solusi mengatasi permasalahan di wilayah kerja Puskesmas Timika.

Apalagi saat ini semua daerah dihadapkan dengan pandemi Covid-19, sehingga untuk menyelesaikan masalah kesehatan kata Moses tidak bisa menggunakan cara-cara seperti dulu.

Semua pihak memerlukan perubahan cara dan strategi.

dr.Moses menjelaskan secara garis besar masalah yang terjadi antara lain terkait akses dan pembiayaan.

“Artinya sejak covid ini akses masyarakat ke Puskesmas menjadi sedikit mungkin karena takut atau jarak. Pertanyaannya kalau orang sakit lari ke mana,” ujarnya.

“Sehingga kita duduk sama-sama dengan pihak kampung, kelurahan untuk cari solusi apakah kita buat pos-pos pelayanan dengan masyarakat, dan ini tentu kami tidak bisa sendiri kami harus mendapatkan dukungan oleh kampung, kelurahan dan distrik,” terangnya.

Masalah lainnya adalah cakupan pelayanan esensial, seperti cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil yang saat ini kata Moses turun jauh. Kemudian cakupan imuniasasi walaupun meningkat tapi belum capai standar, dan beberapa cakupan program lainnya masih jauh dari standar.

“Kita perlu libatkan lintas sektor kita mau buat apa nih. Saya yakin kalau aksesnya dibuka, misalnya di kelurahan A kita buka dua atau tiga pos yang melayani misalnya seminggu sekali atau dua kali maka otomatis aksesnya meningkat cakupan program lainnya juga ikut meningkat,” serunya.

Tahun ini kata Moses, pihaknya akan fokus pada pendekatan keluarga dimana program ini akan dimaksimalkan tahun ini.

Jika dilihat dari data sebelumnya cakupan data masih dibawah 30 persen sehingga diperlukan komitmen, dukungan dari kampung dan kelurahan, sebab kalau tahun ini pihaknya bisa menyelesaikan pendataan di seluruh wilayah, maka pelayanan juga akan semakin mudah.

“Sekarang kita belum bisa, misalnya kita mau melayani ibu hamil, mau memberikan imunisasi door to door. Kita belum tau sasarannya dimana karena belum ada datanya, Sehingga mudah-mudahan dalam Maret, hingga Mei pendataan sudah selesai, mungkin Juni dan Juli kita sudah dapat data lapangan dan data real terkait data kesehatan masyarakat,”tuturnya.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Misba
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga