Dua Polsek di Timika Ungkap Lima Tempat Penjualan Miras Lokal

TUAK | Beberapa bungkus minuman keras lokal jenis tuak yang berhasil diamankan petugas saat melakukan pengungkapan di Timika, Papua. (Foto: Ist/Seputarpapua)
TUAK | Beberapa bungkus minuman keras lokal jenis tuak yang berhasil diamankan petugas saat melakukan pengungkapan di Timika, Papua. (Foto: Ist/Seputarpapua)

TIMIKA | Polsek Mimika Timur (Miktim) dan Polsek Mimika Baru (Miru) berhasil mengungkap peredaran minuman keras (Miras) buatan lokal di wilayah Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua, pada Selasa, 9 November 2021.

Dari pengungkapan itu, petugas berhasil menangkap tiga orang yang kini ditetapkan tersangka, serta dua orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.

Pengungkapan dilakukan pada lima tempat di wilayah Mimika Baru mulai dari Jalan C. Heatubun yang terdapat dua tempat penjualan, area Nawaripi terdapat dua tempat dan Jalan Budi Utomo ujung terdapat satu tempat.

Kapolsek Miktim, Iptu Boby Pratama yang dikonfirmasi via telepon mengatakan, dari pengungkapan itu berhasil diamankan barang bukti berupa kantong plastik berisi miras lokal jenis tuak kurang lebih 10 kantong, tiga jeriken berukuran 20 liter berisi tuak beserta sejumlah baskom.

“Itu tersangkanya ada tiga, semuanya pengedar (penjual), dari hasil pengembangan di Polsek Miktim,” kata Iptu Boby, Kamis (11/11/2021).

Ia menjelaskan, informasi terkait penjualan miras lokal di Kota Timika, didapat dari masyarakat yang membeli minuman tersebut di kota, lalu mengonsumsinya di wilayah hukum Polsek Miktim.

“Informasinya mereka beli di kota, mabuknya di Miktim. Akhirnya kita koordinasi dengan Kapolsek Miru akhirnya sama-sama kita tangkap,” jelasnya.

Kasus ini selanjutnya dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mimika untuk ditangani dan diproses hukum lebih lanjut. Ketiga tersangka telah ditahan di Mapolres Mimika.

Dilansir Wikipedia, Tuak merupakan minuman beralkohol Nusantara yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau bahan minuman/buah yang mengandung gula. Bahan baku yang biasa dipakai adalah beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira, pohon enau atau nipah.

Meski demikian, dilansir Kompas, beberapa orang percaya tuak juga berkhasiat untuk kesehatan karena mengandung antioksidan dan vitamin C. Tuak juga diklaim mengatasi penyakit ginjal dan berkhasiat untuk menyegarkan tubuh.

Tuak yang diklaim memiliki manfaat tersebut adalah tuak asal Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, yang terbuat dari bunga pohon aren yang disadap.

Melansir Journal of Experimental and Clinical Anatomy, tuak juga bisa meningkatkan kemampuan visual dan laktasi atau produksi serta pengeluaran ASI dari payudara. Oleh karena itu, minuman tradisional ini sering ditambahkan ke dalam produk atau obat-obatan herbal.

Namun, mengonsumsi tuak terlalu banyak juga bisa menyebabkan penurunan fungsi testis karena menurunkan kadar testosteron, motilitas sperma, dan viabilitas sperma.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.