Pendidikan Sebagai Praksis Pembebasan

Insert: Dewa Komang Tri Mahayana
Insert: Dewa Komang Tri Mahayana

Pendidikan yang Merdeka

Konteks pendidikan di Indonesia saat ini masih perlu memberikan pemahaman kepada guru akan arti atau panggilan dari sebuah pendidikan yang merdeka. Pendidik seharusnya dapat memanggil setiap siswa untuk menjadi manusia yang bebas dan merdeka. Panggilan merdeka yaitu transformasi siswa menjadi manusiawi atau humanisasi yaitu panggilan untuk praxis dialog. Praxis dialoge menurut Freire adalah tindakan yang mengucap dan mendengarkan suara hati kita dari dalam diri untuk melakukan suatu tindakan berkomunikasi.

Sementara menjadi manusia adalah melaksanakan hal premodial atau hak asli yaitu berkomunikasi. Jika setiap guru di Indonesia mampu membuat siswa untuk dapat berkomunikasi atau melakukan praxis dialog di dalam kelas berarti guru tersebut sudah mampu membawa siswa melaksanakan hak premodialnya dalam mencapai suatu kesadaran yang baik.

Menurut Paulo Freire dalam praxis dialog akan melahirkan beberapa tingkatan kesadaran kepada siswa yaitu (1) semi intransitive yaitu kesadaran tingkat rendah biasa disebut kesadaran magis dimana kesadaran ini terjadi pada masyarakat berbudaya bisu, yaitu masayrakatnya tertutup.

(2) kesadaran naif transitif yaitu kesadaran yang mengenal adanya ketidak adilan di dalam sebuah lingkungan. Pada tingkatan ini sudah ada kemampuan untuk mempertanyakan dan mengenali suatu realitas.

(3) Kesadaran kritis yaitu kesadaran yang membangun sebuah ketidakadilan sistemis. Kesadaran ini ditandai dengan kedalaman menafsirkan masalah-masalah yang terjadi, memiliki percaya diri dalam berdiskusi, serta mampu menerima dan menolak sebuah pendapat.

Jika pendidikan kita di Indonesia mampu menerapkan model pembelajaran yang melahirkan sebuah kesadaran atau konsientisasi serta dapat memunculan metode pembelajaran yang lebih berfokus kepada keaktifan siswa di dalam kelas, dalam metode dialog atau diskusi serta berefleksi, maka diyakinkan sistem pendidikan kita akan dapat melahirkan generasi-generasi yang memiliki pemikiran yang kritis, serta mampu merespon dengan baik akan keberadaannya terhadap lingkungan atau masyarakat dimana mereka berada saat ini.

Model pendidikan yang diciptakan atau dibuat oleh Paulo Freire adalah model pendidikan yang menitikberatkan kepada sebuah keadaan yang melahirkan konsientisasi atau kesadaran di dalam diri siswa. Kedudukan guru dan siswa merupakan kedudukan yang setara dimana keduanya adalah subyek yang sama-sama belajar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *