Persipura dan Freeport: Wajah Papua

Ilustrasi
Ilustrasi

Manajemen Klub

Persipura membangun dukungan sumber daya tim, dengan menunjuk Arvydas Ridwan Madubun sebagai Manajer dan Jacksen Tiago dipercaya untuk menjadi Pelatih. Dua figur ini kemudian menjadi orang yang selalu berada bersama 28 pemain Persipura. Saat ini tercatat 2 pemain Asing di Persipura, Takuya Matsunaga warga negara Jepang dan Pemain terbaru dari Brazil, Caio Ruan . Boaz Solossa dipercaya sebagai kapten dan Ricardo Salampessy sebagai wakil kapten. Theo Numberi saat ini menjadi pemain termuda, dengan usia 19 tahun, dan Geri Mandagi penjaga gawang Persipura dengan usia paling senior.

Klub-klub sepak bola didanai dari banyak sumber. Bila dilihat secara keseluruhan, pemilik saham terbesar klub-klub bola di Indonesia terbagi menjadi beberapa kelompok: perusahaan, pengusaha, pejabat daerah, hingga pejabat militer. Persipura tercatat dalam Akta perusahaan tertanggal 22 September 2016, menyebutkan empat orang yang memiliki PT Persipura Jayapura. Mereka adalah Rudy Maswi, Benhur Tomi Mano, Menase Robert Kambu, dan Herat Alexsander Kalengkongan. Menase Robert Kambu atau Kambu adalah mantan Wali Kota Jayapura dua periode (2000-2010). Kambu memiliki 30 persen saham Persipura, proporsinya sama dengan dua rekannya Benhur Tomi Mano (Wali Kota Jayapura saat ini) dan Rudy Maswi, Sisanya, 10 persen saham, dimiliki Direktur Utama PT Persipura Jayapura, Herat Alexsander Kalengkongan.

Persipura Champion’s

Catatan panjang perjalanan Persipura dimulai dengan pencapaiannya ketika menjadi juara satu Piala Soeharto tahun 1976, meskipun bukan ajang resmi. Kemudian menjadi juara kedua Perserikatan pada 1980. Perserikatan adalah level kompetisi tertinggi sepak bola bagi klub-klub yang bernaung di bawah PSSI kala itu.

Titik letupan Persipura ketika menjadi juara Liga Djarum Indonesia 2005, sebagai momen kebangkitan Mutiara Hitam, seperti yang ditulis majalah Tempo berjudul Kembalinya Mutiara yang Hilang (2005). Kemudian sebagai juara ISL (Indonesia Super League) masing-masing pada musim 2009, 2011, serta 2013. ISL merupakan kompetisi sepak bola nasional tertinggi sejak 2008 untuk menggantikan Liga Indonesia Divisi Utama. Selain itu, Persipura juga pernah menjadi wakil Indonesia di ajang kompetisi Piala Champions Asia pada tahun 2010 dan Piala AFC pada tahun 2011, 2014 dan 2015. Persipura menorehkan capaian yang cukup apik, termasuk 3 kali menjadi runner-up Piala Indonesia (2006, 2008, dan 2009), juara Community Shield Indonesia 2009, serta kampiun Indonesia Inter Island Cup 2011.

Bola sudah menjadi bagian dari masyarkat Papua, tidak sedikit pemain Bola dari Papua yang terlibat dalam klub-klub bola profesional diluar Papua, bahkan banyak yang terlibat dalam Tim Nasional Indonesia. Beberapa pemain senior Papua yang juga pernah terlibat dalam memperkuat Persipura antara lain, yaitu Yohanis Auri, Jack Komboy, Eduard Ivakdalam, Elie Aiboy, Ortizan Solossa, Ronny Wabia. Kemudian disusul generasi selanjutnya seperti Boaz Salossa, Titus Bonai, Imanuel Wanggai. Mereka adalah anak-anak Papua yang berlatih keras untuk membanggakan masyarkat Papua melalui Persipura.

Persipura Was Born?

Satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan Persipura, yaitu mengenai sejarah berdirinya Persipura. Selama ini, tercatat bahwa Persipura lahir pada 1 Mei 1963. Namun, menurut Ds. Mesach Koibur, ketua Persipura pertama dalam catatannya yang berjudul Selayang Pandang Mengenang Pendeklarasian PERSIPURA 45 Tahun Silam (25 MEI 1965 – 2010) mengemukakan bahwa, pada ulang tahunnya ke 28 tanggal 25 Mei 1965 bertempat di Aula Gedung Sosial GKI (Sekarang mess GKI Jayapura) diadakan Doa Pengucapan Syukur dengan banyak undangan, khususnya perwakilan / utusan dari semua Perserikatan (Kesebelasan) daerah antara lain Sorong, Manokwari, Biak, Yapen Waropen, PSK Kayu Pulo, Tobati, Nafri, Asei, Ayapo.

Ada kegelisan atas keadaan politik di Papua kala itu, dan untuk menyatukan pemuda-pemuda Papua, maka dianggap perlu untuk membentuk satu tim sepak bola. Atas dasar kegelisan itulah, dan ditambah pengalam Ds. Mesach Koibur dan Barnabas Youwe, maka pada pertemuan 25 Mei 1965 tersebut, secara resmi dibuat Deklarasi berdirinya PERSATUAN SEPAK BOLA JAYAPURA dan sekitarnya yang disingkat PERSIPURA. Kemudian dipercayakan Ds. Mesach Koibur sebagai ketua dan Barnabas Youwe sebagai sekretaris merangkap Pelatih. Ds. Mesach Koibur saat itu juga menjabat sebagai Sekretaris Sinode GKI Tanah Papua.

Harapan Bagi Persipura

Dengan adanya dukungan dari Freeport, manajemen Persipura memastikan akan memperpanjang kontrak Jacksen Tiago sebagai pelatih dan upaya mendatangkan pemain baru. Persipura merupakan kebanggaan orang Papua. Thaha Alhamid, Sekretaris Presidium Dewan Papua mengungkapkan “Persipura bisa membuat orang tertawa, tersenyum, melupakan berbagai persoalan bahkan bisa menyatukan perbedaan yang sering terjadi. Bahkan persipura bisa mengangkat harkat dan martabat orang Papua lewat sepak bola”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *