Kepala LLDIKTI: Meski Tak Punya Emas, Bupati Biak Numfor Anggarkan Rp1 Miliar untuk PT

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SAMBUTAN | Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel Mofu saat beri sambutan di Sidang Terbuka Senat Untim, Kamis (17/12).
SAMBUTAN | Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel Mofu saat beri sambutan di Sidang Terbuka Senat Untim, Kamis (17/12).

TIMIKA | Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua – Papua Barat, Dr. Suriel Mofu menyinggung Pemerintah Kabupaten Mimika yang dinilainya seperti ‘tutup mata’ terhadap Perguruan Tinggi (PT) yang ada di daerah itu.

Mofu membandingkan perilaku kabupaten yang punya APBD tertinggi di Papua ini dengan Kabupaten Biak Numfor.

“Bupati Biak Numfor itu menganggarkan 1 milyar (per) satu Perguruan Tinggi Swasta. Walaupun Biak Numfor itu kota karang panas, tidak ada emas di sana,” sindir Mofu dalam sambutannya di Sidang Terbuka Senat Universitas Timika, Kamis (18/12).

Menurut Mofu, penganggaran yang diberikan kepada Bupati Biak Numfor merupakan yang terbesar di Tanah Papua. Ia berharap, bupati lain di Tanah Papua, termasuk Mimika dapat meniru Bupati Biak Numfor karena kepeduliannya terhadap pendidikan tinggi di wilayahnya.

“Mudah-mudahan di Timika juga saya dengar ada ‘bunyi-bunyi’ itu. Apalagi ada Freeport, saya harap bisa kasih kalah Biak Numfor,” singgungnya.

Akademisi jebolan Oxford ini menyebutkan, agar ada bukti bahwa Tanah Mimika adalah tanah kaya yang melimpah dengan sumber daya alam, maka pemkab harus memberi perhatian terhadap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayahnya. Sehingga kelimpahan yang dimiliki Mimika dirasakan oleh penyelenggara pendidikan tinggi.

“Apalagi Universitas Timika, jangan cuma pakai nama besar Timika, tapi kampus di dalam kosong,” sebutnya.

Meski prihatin, Mofu apresiasi kebijakan PTS di Timika dalam memaklumi keuangan para mahasiswa. Dikatakannya, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak memaklumi mahasiswa yang telat membayar biaya kuliah. Namun di swasta, banyak mahasiswa yang diijinkan ‘bon’ oleh kampus.

“Saya tidak tahu, kamu di Timika mengerti ‘bon’ kah tidak. Tapi di kampung-kampung itu mereka ada tulis ‘ demi Tuhan, jangan bon’, begitu. Supaya orang dengar nama Tuhan itu, orang tidak berani bon,” cetusnya.

“Bahkan sampai wisuda pun ada yang masih bon,” tambahnya.

Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Menuju PON XX Papua 2021 | GOR Panjat Tebing Mimika Dinilai Layak Untuk Atlet Internasional
Menuju PON XX Papua 2021 | GOR Panjat Tebing Mimika Dinilai Layak Untuk Atlet Internasional
Baca Juga